Waktu
Waktu terus saja berjalan. Dan di tiap penghujung tahunnya aku selalu bersiap. Bersiap menghitung kenyataan bahwa penantianku masih belum usai waktunya. Penantianku masih berjalan. Entah akan di mana dan kapan berhentinya. Yang ku tahu, masih saja aku bersikeras menunggu untuk waktu yang lebih lama untuk dia yang memang ada, tapi tak ku tahu hatinya untuk siapa. Sampai di detik waktu ini, sesungguhnya aku sudah sangat lelah. Lelah akan kepastian yang tak kunjung kudapatkan juga. Bahkan, kian hari yang kudapatkan hanya kebingungan yang cukup menyiksa. Tentu saja aku tak ingin menjadi sosok perempuan yang terlalu menjadikan perlakuanmu menjadi sebuah perasaan yang berlebihan. Tapi aku juga manusia bukan? Sulit sekali rasanya aku berbohong pada perasaan yang memang benar nyata adanya. Aku hanya ingin tak kau buat terus bingung dengan perasaan ini setiap harinya.