How can?

 
Bagaimana bisa aku terjebak selama 4 tahun pada orang yang sama? Dari rasa enggan beranjak hingga kini makin tak tau jika beranjak aku akan berlabuh kepada siapa. 

Aku ingin kau jadikan rumah. Tempat bersandar bagimu menghempas segala lelah. Pun begitu kamu, ingin kujadikan tempat bercerita mengenai perjalanan hidup yang indah. Aku ingin kau jadikan aku satu-satunya pemilik senyum dan riang tawamu. Menjadi satu-satunya sosok yang kau ajak merajut lika-liku manisnya sebuah perjalan hidup yang penuh kejutan. 

Aku ingin kita riang berdua. Menapak kawan yang menjelma teman kehidupan. Mengarus aliran dengan liku menyenangkan berbalut senyum yang menyenangkan. 

Bagaimana bisa aku hanyut bahkan sampai batas yang tak pernah kau kira? Bukankah mengherankan jika aku menganggap semua ini akan berubah menjadi lebih dari sekadar pertemanan? Aku pun tak tahu, kebenaran apa yang sesungguhnya aku nanti pada sebuah pengharapan? 

Kamu memang bukan terbaik dari yang lainnya. Pun bukan yang begitu mengagumkan seperti yang orang lain kira akan menjadi orang yang aku suka. Tapi bagiku, kamu sudah mengagumkan tanpa banyak karena. Bagiku kamu istimewa sebagaimana kamu adanya. Dan di sini, tempat tersendiri untukmu sudah ada. Porsi dirimu seperti apa dalam hatiku sudah ada. Bagiku, kamu tetap istimewa sebagaimana kamu adanya. Kamu sudah punya ruang sendiri yang entah akan bisa digantikan oleh siapa. 

"Bulan terdampar di pelataran, hati yang temaram. Matamu juga mata-mataku, ada hasrat yang mungkin terlarang. Satu rasa yang sulit terucap, hingga batinku tersiksa. Tuhan tolong aku jelaskanlah perasaanku berubah jadi cinta."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jogja dan April

Tentang Perjalanan